EKONOMI

EKONOMI

Pendapatan domestic kotor (GDP dalam U.S.$) $28 milyar (2005)
Pendapatan domestic kotor per apita (U.S.$) $760.10 (2005)
Mata uang 1 Sudanese dinar (Sd), terdiri dari 100 piastres
Jumlah pekerja 10,522,861 (2005)
Penganguran rata-rata Tidak diketahui
Pertanian dinegara sudan sangat dominan dalam ekonomi Negara.70 % dari ekonomi sudan masyarakat nya aktif dalam pertanian .pertumbuhan ekonomi terhambat dan tidak berjalan dintara pertengahan tahun 1960 dan 1992 ketika terjadinya perang sipil penurunan pada tahun itu pendapatan domestic kotor(GDP) jauh dari rata-rata hanya $6 milyar atau $240 perkapita.pendapatan domestic kotor mulai naik ketika ditahun 1990 sampai 2005 berkisar dari $27,5 milyar atau $760 perkaita.

Pertanian

sector utama Negara sudan penduduknya hidaup dalam sector ini.tapi hanya 7% dari Negara wilayah daratan yang bias dimanfaatkan.pertanian sangat mendukung pendapatan 34% (2005) dari Negara.penurunan terus menerus pada masa kepemimpinan memotong pendapatan pertanian produksi .petani sudan sector utama mereka gamdum(terdiri dari sagu,susu,terigu),sayuran dan binatang teknak(terdiri dari biri-biri,domba,lembu).ekspor utama masukan antara lain karton,gula,susububuk,terigu,sagu dan minuman.binatang teknak juga bagian terpenting dari ekspor sudan.

Kehutanan dan perikanan

Hutan utama menhasilkan getah arab yag mana dalam produksinya menhasilkan permen,parfum,bahan campuran makanan,dan kesehatan sebagai obat-obatan.dan juga digunakan dalam hal percetakan.banyak dunia menyuplai getah arab dari sudan.produk dari hutan ini juga menhasilkan madu,coklat,.selai dan kayu,yang special kayu mahogany.banyak pohon ditebang sebagai bahan bakar.perikanan di sepanjang sungai dan persisir pantai.
pertambangan
perminyakan sudan sudah dicari dibagian barat sudan di tahun 1970 tapi sudan tidak meaktifkan mengejar produksi minyak di 1990,Negara memulai eksporting minyak di tahun 1990 keatas .ekspor yang lain mineral khrom,emas dan besi.
Industry perpabrikan
Sudan pepabrikan adalah proses pembuatan dari material seperti perminyakan,bahan carton,dan gula.sudan juga membuat produksi kertas,testil,semen,rokok.dan minuman.

Energi


Di tahun 2003 sudan menproduksi 3.2 milyar kilowatt/perjam listrik, untuk dari 334 juta kilowatt/perjam di tahun 1968.pembangkit tenaga listrik mengunakan tenaga listrik uap air dikota khashm al-Qirbah dan Sennar dan pusat pembakaran mengunakan minyak.di tahun 2003 42 % dinegara sudan sudah terpenuhi pengunaan generator pembangkit listrik dan pengunaan listrik tenaga air dan 58% pegunaan panas bumi.
Mata uang
Unit mata uang sudanadalah pound dengan perbandingan 100 piastres. Di januari 2007 pound sebagai masukan kepada mata uang dinar,yang mana pengunaan mata uang pound juga ditahun 1990.mata uang dalam negeri di tahun 2007 memakai perjanjian damai antara perang sipil utara dan selatan di 2004 dengan mengunaan mata uang asing.dinar tidak dipakai dalam pengunaan critiani dan animis selatan,dimana tidak mengunakan symbol pemerintahan Arabiation politik.hukum islam mengunakan tidak dibenarkan bank ditahun 1991.

Perdagangan luar negeri


Di tahun 2003 total impor dan ekspor Negara sudan $2.48 milyar.minyak sangat sangat dominan dalam ekspor dinegara sudan.ekspor yang terpenting juga biri-biri,emas,carton,dan getah arab.bagian tyerpenting impor sudan adalah mesin ,tranportasiion,besi dan baja makanan ringan dan testil.tujuan ekspor utama dari sudan adalah china,jepang,korea selatan ,perancis dan arab Saudi dan impor Negara sudan meliputi china,arabsaudi,jerman,amerika serikat dan perancis..

Ahli Pertanian Indonesia Bantu Rancang Pembangunan Pertanian Sudan Sumber Berita

JAKARTA Satu tim ahli pertanian Indonesia akan berangkat ke Sudan Oktober 2007 mendatang guna membantu perancangan pembangunan pertanian di negeri tersebut. Tim yang terdiri para ahli di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan pengembangan SDM pertanian tersebut bersama tim pendamping Sudan akan menyusun rancangan model pembangunan pertanian di Sudan.
“Ini bentuk kepedulian Indonesia dalam membantu negara lain dan juga wujud pengakuan negara lain atas keunggulan dan pengalaman Indonesia dalam pembangunan pertaniannya,” ujar Mentan Anton Apriyantono, seusai pertemuan dengan Menteri Pertanian dan Kehutanan Republik Sudan Mohammad El Amin Kabashi Issa di Jakarta, Jumat (27/7).Menurut Anton, pada tahap awal Tim Pertanian yang berangkat Oktober tersebut akan mengidentifikasikan potensi dan lahan yang ada di Sudan. Selain itu, tim akan merancang model proyek pembangunan pertanian di bidang yang menjadi prioritas yaitu tanaman pangan, perkebunan dan penguatan SDM pertanian. “Di sini berbagai model dan pengalaman Indonesia dijadikan acuan yang berpeluang diterapkan di Sudan,” lanjut Mentan Anton Apriyantono.
Dijelaskannya pula, Menteri Pertanian dan Kehutanan Sudan Mohammad El Amin Kabashi Issa telah memberi masukan terkait kerjasama bantuan tersebut dalam rangka penyempurnaannya. Pihak Sudan telah menyatakan kesiapannya dan berharap pertemuan yang dilakukan bakal menghasilkan rekomendasi terbaik guna mendukung pembangunan pertanian di Sudan.Seperti diketahui, Sudan banyak memenuhi kebutuhan pangan dalam negerinya kepada Impor. “Mereka masih impor Melon, cabai dan banyak komoditas pertanian lainnya. Kunjungan Yang Mulia Menteri Kabashi Issa ini tentu saja akan banyak belajar dari pembangunan pertanian di tanah air,” ujar Mentan Anton Apriyantono.
Kunjungan kerja Menteri Mohammad El Amin Kabashi Issa merupakan kunjungan balasan memenuhi undangan Mentan Anton Apriyantono saat berkunjung ke Sudan Mei 2007 lalu. Secara khusus Menteri Mohammad El Amin Kabashi Issa meninjau secara langsung berbagai potensi dan model pembangunan yang dimiliki Indonesia. Selain meninjau Agribusiness Expo 2007, Mohammad El Amin Kabashi Issa juga mengunjungi beberapa fasilitas pertanian seperti Balai Besar Litbang Padi di Subang dan model pengembangan perikanan tambak inti rakyat di Karawang. Dua lokasi lain urung dikunjungi karena alasan kesehatan dari Menteri Mohammad El Amin Kabashi Issa.
Perekonomian Sudan memiliki prospek menjanjikan. Hal ini ditunjang dengan potensi sumber minyak yang dimiliki dan mulai berkembang pesat sejak negeri ini mengekspor pada Agustus 1999. Produksi minyak Sudan meningkat hingga mencapai 500 ribu barel per hari pada 2005. Satu-satunya industri pertanian yang berkembang di negeri Afrika ini adalah industri gula sehingga menempatkan Sudan pengekspor gula terpenting di Timur Tengah dan Afrika Timur. Selain itu, potensi Sudan untuk peternakan sangat besar dan mampu memasok kebutuhan daging yang diandalkan di Timur Tengah serta Afrika. (Tim Media)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: